
Ketika sedang menikmati kopi, Ada seorang teman datang menghampiri, lalu duduk di samping, dekat dengan ku. ia melihat kopi yg sedang ku minum, lalu berkata: berhentilah meminum kopi, jangan keterusan meminum kopi, tak baik untuk kesehatan?
Aku melihat kearahnya, kamu pernah meminum kopi? Ia, terdiam, mungkin lagi mengingat-ingat, Pernah, ia menjawab.
Aku pernah meminumnya, tapi tak enak. Aku lebih memilih teh, atau susu. Manis, tidak seperti kopi, pahit.
Aku heran kamu bisa menyukai kopi yang rasanya pahit. Untuk menyentuh lidahku pun rasanya lidahku ingin berteriak ” Minuman apa ini, aku ingin yg manis-manis”. Kenapa harus pahit? Katanya.
Aku tersenyum, aku berkata padanya: “Cobalah untuk meminumnya tidak hanya sekali, tapi berkali-kali, kopi itu akan terasa manis”.
Ah.. Mana ada sesuatu yang pahit bisa berubah manis kalo di minum berkali- kali, ada- ada aja, sanggahnya.
Kopi akan terasa manis kalo kamu terbiasa, mungkin kamu belum terbiasa aja, kataku.
Berkali-kali pun ia tak akan manis, hahaha. Sudahlah tinggalkan kopi itu, minumlah susu, teh atau apapun yang manis-manis?
Saya sudah manis, selaku. Untuk apa menambah lagi manis ku. Dengan meminum yang manis-manis, kalo bukan kelebihan manis, aku bisa terkena gula, lalu dikerumuni semut. (Ia tertawa terbahak-bahak, aku pun ikut tertawa).
Dalam hal minuman, aku tidak menyukai minuman yang terlalu manis, itulah mengapa saya menyukai kopi yang pahit. kalau misalkan ditambah gula, tidak cukup setengah sendok.
Konon katanya, seorang pecandu kopi lebih menyukai kopi hitam tanpa gula. Entah itu benar atau tidak. Aku sendiri yang penyuka kopi, harus menambah sedikit gula di dalam kopi ku.
Menurut ku, kopi yang seimbang itu, tidak hanya didominasi oleh rasa pahit, tapi ada juga manisnya. Sehingga terjadi keseimbangan. Kalau diumpamakan wanita: kulitnya hitam, tapi ia manis, kelihatan elegan, tapi sederhana.
Selama ini kulihat kamu hanya meminum kopi hitam, kan masih ada kopi dengan berbagai rasa dan warna? Ia bertanya.
Kopi hitam lebih nikmat, Jawabku.
Bagi orang yang tidak menyukai kopi, mereka mengatakan kopi hitam itu terlihat kotor, apalagi kopi hitam yang diracik secara tradisional. Kata mereka banyak ampasnya, meninggalkan bekas hitam di mulut dan bibir kalau meminumnya.
Menurut ku, mereka tidak tahu tentang kopi. Mereka itu lucu, mereka selalu menilai penampilan dari sesuatu. Anehnya, kebanyakan dari mereka ketika disugukan kopi dengan racikan berbagai rasa (Espresso. Ristretto. Lungo. Doppio. Americano. Latte. Cappucino) mereka meminumnya. Mungkin mereka hanya tak menyukai kopi hitam.
Mereka tidak tahu kalau kopi yang terlihat hitam dan kotor, dibaliknya ada keindahan rasa. Hitam tidak selalu identik dengan kekotoran, hitam juga melambangkan kedalaman, penuh misteri. Perpaduan hitam yg pahit dengan rasa yg sedikit manis, memberi pesan bahwa; hidup tidak selalu tentang yg indah-indah, Sehat atau senang. Akan tetapi ada jug derita dan Kesedihan.
Dengan memahami derita, kesedihan, mungkin kita akan lebih bersyukur ketika mendapatkan kebahagiaan atau kesenangan. Itulah filosofi tentang hitam dan manis dari kopi, itu hanya bisa dimengerti oleh orang-orang yang benar-benar penikmat kopi/pecinta kopi.
Kamu tahu, mengapa kopi hitam itu istimewa?
Karena rasanya “Kekal”, sudah lebih dari ribuan tahun orang-orang meminumnya tapi tidak pernah bosan dengan rasanya. Ada yang mencapai usia ratusan tahun tapi masih meminum kopi, bahkan para sufi meminumnya sebagai perantara mereka dengan Tuhan.
(Ia terlihat serius dalam mendengarkan).
Sudahlah, coba rasakan dulu kopi hitamku ini? Kataku!
Nanti dulu, lanjutkan penjelasannya, desaknya!
Bagaimana saya mau lanjutkan, kalo kamu sendiri bukan penyuka kopi. Kecuali ketika kamu sudah menjadi penikmat kopi, akan saya ceritakan lagi rahasianya. Akan tetapi kayaknya kalo kamu sudah menjadi pecinta kopi, mungkin kamu lebih banyak mengetahui rahasia kopi yg belum saya ketahui, Ia terdiam.
Tiba-tiba ia berkata:
Baiklah mulai dari sekarang aku akan coba menyukai kopi, sini kopi mu aku minum, ia pun langsung meminumnya sampai habis.
Ah..kenapa diakhir rasa kopi ini bukan manis, tapi pahit dan sepat, seperti menusuk-nusuk tenggorokan. Katanya keindahan
tersembunyi di baliknya? Pehh.. Malah pahit yg terus aku rasa.
Saya tertawa; ya karena kamu meminum juga ampasnya.