Pelajaran Hidup dari Bebek

Sumber Gambar:hobiternak.com

Tuhan menciptakan alam semesta  beserta isinya bukanlah tanpa sebab, pasti memiliki maksud dan tujuan.

Manusia, hewan, tumbuhan, gunung, laut, hutan dan segala realitas yang tampak oleh indra, apabila kita merenungi atau berpikir dengan jernih, akan mengantarkan kita pada pahaman tentang pencipta.

Keteraturan yang ada pada alam semesta, membuktikan pada kita bahwa, penciptaan terjadi  bukan kebetulan belaka atau asal-asalan.

Meminjam istilahnya Einstein, Tuhan tidak sedang bermain dadu. Artinya, Tuhan tidak menciptakan atau menggerakkan alam semesta seperti anak kecil yang bermain melemparkan dadu secara acak. Akan tetapi semesta ini bersifat pasti dan teratur.

Apabila kita berpikir, merenungi setiap hal yang ada, dan yang terjadi di alam, kita akan mendapatkan pelajar dan juga hikmah

Seperti yang diungkapan dalam Al-quran:

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, bahtera-bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan (suburkan) bumi sesudah mati (kering)-Nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; (pada semua itu) sungguh terdapat tanda-tanda (pelajaran)bagi kaum yang berakal.”

(Q.S. Al-Baqarah ayat 165 )

***

Syahdan, berbicara mengenai keteraturan dan juga pelajaran yang dipetik atau ambil dalam penciptaan Tuhan.

Dalam tulisan ini, saya akan menceritakan  pelajaran tentang sifat kerendahan hati yang bisa kita pelajari dari binatang.

Kita tentu sering mengambil atau mendengar pembelajaran, nasihat tauladan dari sesama kita manusia. Akan tetapi, barangkali tak semua dari kita mengambil pelajaran dari binatang. Pelajaran tentang sifat alamiah bintang, yang biasa kita temukan di sekeliling kita.

Nah, di kampung saya, ada sebuah tradisi /kebiasaan yang dilakukan orang tua( tetua), berupa petuah (nasehat) kepada pengantin. Nasehat tersebut biasa dilakukan selepas acara pernikahan.

Sebelum mempelai perempuan diboyong ke rumah mempelai laki-laki, kedua mempelai akan didudukan di hadapan seorang tetua, kemudian tetua tesebut akan memberikan patuah/nasehat kepada kedua mempelai itu.

Petuah berupa menjaga keharmonisan, saling mencintai, mengasihi hingga maut menjemput dan lain sebagainya.

Namun, ada patuah yang menurut saya unik, yaitu patuah yang diambil dari cara hidup, karakter/ sifat binatang di sekeliling kita.

Salah satunya seperti, “Belajarlah dari Bebek“. Barangkali Anda yang mendengar itu akan tertawa. Namun ketika saya mendengar penjelasan tentang belajar dari bebek, saya jadi mengangguk-anguk pertanda paham.

Katanya, kalau mau mengetahui  sifat “rendah hati”. Lihatlah karakter/sifat bebek.

Kata Bebek, tentu tidak asing terdengar di telinga. kita tentu tahu bersama, bahwa bebek merupakan sejenis burung atau unggas  yang hidup dan tinggal di dekat manusia. Bebek juga dipelihara untuk diambil daging dan telurnya.

Akan tetapi, di daerah saya, ketika kita menyebutkan nama bebek orang akan mengatakan bahwa bebek itu seperti yang ada pada gambar di atas.  Sedangkan itik bisa anda lihat pada gambar di bawah ini.

Sumber:kompas.com

Saya tidak akan berlama-lama menjelaskan panjang lebar tentang ciri dan juga jenis bebek. Fokus tulisan sama adalah pelajaran yang bisa kita petik dari bintang satu ini.

Nah,  pernahkan Anda perhatikan  karakter ayam dan bebek ketika bertelur? 
Coba Anda perhatikan tingkah ayam dan bebek kalau hendak bertelur.

Misalnya ayam, ketika ayam hendak bertelur, suara ayam betina yang hendak bertelur pasti terlihat atau terdengar ributnya bukan main. Suara “kotek”nya, seolah memberitahu bahwa ia sedang bertelur. Begitupun ketika selesai bertelur.

Berbeda dengan bebek. Coba Anda perhatikan kalau bebek mau bertelur. Bebek yang saya maksud seperti gambar paling atas. Ketika bertelur, tak terdengar suara ribut seperti ayam. Begitu juga setelah selesai bertelur.

Menyangkut dengan Sifat kedua bintang itu. Kata orang tua, tirulah  bebek. Dalam kehidupan berumah tangga, ketika mendapatkan kelebihan rezeki. Ikutilah sifat Bebek. Tetaplah rendah hati, jangan seperti ayam yang harus berteriak  (kotek) memberitahu kesemua orang bahwa kamu memilki kelebihan rezeki.

Pun, ketika mendapatkan masalah dalam rumah tangga. Janganlah seperti ayam yang berteriak (kotek) mengumbar aib dalam rumah tanggamu.

Akan tetapi, tirulah Bebek. Tatkala hendak bertelur, bebek tak pernah bersuara memberitahukan bahwa ia sedang bertelur, begitu juga selepas ia  bertelur.

Apapun masalah yang menimpa rumah tanggamu, tetaplah  rendah hati, bersikap tenang dan sabar menghadapinya. Jangan dikit-dikit mengungkapkan masalah dan memberitahu kan masalah ke orang lain. Apalagi sampai mengumbar masalah rumah tanggamu di media sosial.

Dalam hal rezeki yang didapat, jangan seperti ayam, yang ketika mendapatkan makanan/rezeki ia tak langsung memakannya tapi mengais-ngais dahulu. Itu menandakan tidak ada rasa syukur ketika mendapatkan rezeki.

Tirulah Bebek. Ketika mendapatkan makanan, tak Mengais-ngais nya, tetapi memakannya.

Ketika suami memperoleh rezki yang halal, lalu di berikan kepadamu terimalah dengan rasa syukur. Jangan menghitung-hitung sedikit dan banyaknya (seperti ayam Mengais-ngaisnya), tetapi syukuri apa yang telah didapat dan berikan.

Segala sesuatu yang didapat itu harus dilandasi atas syukur. Menerima semua persoalan dengan lapang dada, maka akan menciptakan kehidupan yang tentram, damai; dan dengannya itu,  membuat keluarga menjadi langgeng hingga maut menjemput.

Dengan patuah yang mengambil contoh dari binatang seperti penjelasan di atas menjadi petunjuk untuk kita bahwa pelajaran tentang kehidupan tidak hanya kita dapat melalui bangku pendidikan, atau sesama kita manusia. Akan tetapi bisa kita dapatkan lewat mahluk lainnya.

Dengan demikian menjadi jelas bahwa segala sesuatu yang diciptakan Tuhan, bukanlah tanpa tujuan atau asal-asalan, tetapi dalam ciptaan itu, kita dapat mengambil pelajaran di dalamnya. Seperti Sifat rendah hati dari bebek yang diceritakan oleh tetua tersebut.

Akhirnya kata, saya mengutip ayat dari Alquran tentang keistimewaan salah satu binatang yang padanya Tuhan berikan wahyu:

Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: “Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia. kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu ke luar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan.” (QS An Nahl: 68-69)

Keteladanan Nabi Muhammad SAW

Sumber gambar: Alif. ID

Pernahkah Anda merasa susah menuangkan  tulisan ketika disuruh menulis rasa cinta terhadap seorang yang Anda cintai?
Saya termasuk orang yang kesulitan menulis ketika disuruh menulis rasa cinta terhadap seorang yang saya  cintai. Why? 
Itu dikarenakan saya takut dengan tulisan saya akan mengurangi nilai dari orang yang saya cintai.

Bagi saya, mengungkapkan rasa cinta dengan menulis,  taksama dengan rasa cinta itu sendiri . Rasa cinta yang tuangkan dalam tulisan tak sepenuhnya mengungkapkan keseluruhan rasa cinta. Tulisan hanya mengungkapkan sebagian dari rasa cinta itu.

Seperti kata Jalaluddin Rumi: Cinta terbesar adalah keheningan. Tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata.

Cinta merupakan rahasia pecinta dengan kekasihnya, mengungkapkannya berarti Khianat.

Akan tetapi, di Bulan Maulid Nabi ini, saya akan berbagi cerita tentang Nabi Muhammad SAW.

Dalam tulisan ini, Saya tak menulis rasa cinta saya. Seperti yang sudah saya tuliskan di atas. Tapi saya menuliskan tentang keteladanan dari Nabiyullah Muhammad SAW.  Keteladanan yang sudah seharusnya dicontoh oleh umat Muslim.

Kalau tentang Cinta, seluruh muslim sudah sepakat bahwa mencintai Nabi Muhammad adalah kewajiban kaum muslimin. Walaupun kecintaan itu tak bisa datang begitu saja. Kecintaan itu harus di tumbuhkan. Kata orang Inggris, orang itu tak pernah fall in love, jatuh cinta; yang ada adalah learn to love, orang itu belajar untuk mencintai

Nah,  berbicara tentang keteladanan Nabi Muhammad. Saya teringan cerita tentang Nabi Muhammad SAW, yang di ceritakan guru ngaji saya Ngaji dulu. 

Beliau mengatakan bahwa Nabi adalah seorang yang sangat jujur dan penuh dengan cinta kasih. Beliau lembut, memiliki wajah yang indah dan bersinar.

Katanya, Saking indahnya wajah Nabi, ada seorang sahabat yang terpesona dengan keindahan wajahnya sampai bertanya ” Manakah yang lebih tampan, engkau atau yusuf? ” Nabi menjawab dengan tersenyum, “Yusuf lebih tampan, tapi aku lebih manis! “

Bukan hanya wajahnya yang menawan, menurut guru ngaji saya, Nabi merupakan cerminan manusia paripurna (insan kamil).  Walaupun dari segi fisik beliau sama seperti manusia biasa, yang makan, minum dan bisa juga terkena sakit. Akan tetapi, secara ruhani, beliau suci dan sempurna, tak sama seperti manusia umumnya.

Walaupun kita sering mendengar orang mengucapkan, takada manusiawi sempurna. Guru saya mengatakan Nabi Muhammad merupakan contoh dari pada manusia paripurna. Mengapa? Sebab, Tuhan yang Maha sempurna harus mewujudkan seorang yang paripurna agar menjadi contoh sekaligus suri tauladan bagi manusia.

Guru saya memberikan contoh,
Seumpama Nabi itu selang, ketika Tuhan (wujud sempurna) menyalurkan ilmu melalui selang( Nabi), selang haruslah utuh, tak bolong, dan cacat, agar ilmu Tuhan diserap dengan baik dan sempurna. Sehingga ketika menjadi ajaran, ajaran itu sempurna

Nabi juga merupakan wadah yang sempurna untuk ilmu Tuhan. Sebagai wadah Nabi haruslah suci  dan sempurna. kesempurnaan Nabi adalah kesempurnaan karena yang lain (karena  Tuhan).

Kesempurnaan Nabi, berhubungan dengan batin (rohani), bukan berkaitan dengan Fisik.   Kalau soal fisik bukan kesempurnaan tapi kelengkapan, Misal orang cacat, itu bukan dikatakan tak sempurna, tapi tak lengkap.

Kata guru saya, kesempurnaan dirinya itulah yang mengejawantah pada sikap dan perbuatanya.

Nabi Muhammad adalah prototipe dari kesempurnaan dan kesucian. Beliau adalah fakta akan kesempurnaan, yang dengannya menjadi contoh untuk manusia agar dapat menjadi manusia yang hanif (lurus dan betul).

Syahdan, Guru saya melanjutkan bercerita kisah mengenai Nabi:

Suatu hari Nabi SAW hendak pergi ke masjid, melewati jalan yang merupakan akses satu-satunya untuk menuju masjid.  Ketika melawati jalan itu,
Nabi  dilempari kotoran oleh seorang pemuda yang biasa duduk di gang jalan. Bukan hanya itu, beliau pun mendapat hinaan dan cacian. Entah apa penyebabnya?

Namun, Nabi tidak pernah  sekalipun membalasnya atau mengeluh.
Justru Nabi mendoakan agar pemuda itu sadar.

Suatu ketika Nabi melewati jalan yang sama. Akan tetapi, Nabi tak menemukan pemuda itu lagi. Ternyata Nabi mendapat kabar bahwa pemuda itu sedang sakit. 

Meski mendapat perlakuan kasar, Nabi tak segan-segan menjenguknya, membawakan makan dan obat-obatan . Akhirnya, orang tersebut merasa malu karena ternyata orang yang selalu dikerjainya tersebut mempunyai sifat baik dan tidak dendam sedikitpun.

Bukan hanya itu, ketika Nabi pernah diminta “Wahai Rasulullah doakan kecelakaan/kebinasaan untuk kaum musrikin ” kata beliau: “Sungguh aku tak di utus sebagai pelaknat, aku di utus sebagai Rahmat.

(HR. Muslim no. 2599)

Imam Nawawi melalui riwayatnya dari kitab Ibn Sina juga  mengisahkan keladanan Nabi. Di kisahkan  bahwa pada saat itu Rasulullah Saw meminta minum kepada seorang Yahudi. Kemudian Yahudi tersebut memberikan minumnya kepada Rasulullah Saw.

Melihat kebaikan seorang Yahudi kepadanya, Rasulullah Saw tak lantas acuh dan berlalu begitu saja meninggalkan Yahudi tersebut. Dengan sikapnya yang indah, Rasulullah mendoakan orang Yahudi tersebut, “Jamalakallah!” (semoga Allah memperindah dirimu).

Kata guru saya. Kalau menceritakan seluruh keteladanan Nabi, tak akan ada habisnya. Saya membayangkan jangan-jangan kisah keteladanan Nabi ketika di tuliskan lebih tebal dari Undang-Undang cipta kerja (omnibus law) hehhe.

Dari beberapa cerita yang di kisahkan guru saya tersebut. Saya dapat menyimpulkan bahwa Nabi merupakan cerminan dari perbuatan Tuhan itu sendiri. Beliau merupakan manifestasi Tuhan, yang pada dirinya menjadi contoh.  sikap dan perbuatan semestinya di tiru oleh umat muslim.

Akhir kata:  Saya tak tahu bagaimana menuangkan lautan cintaku padamu. اللهم صل على محمد وآل محمد. Ya Rasullah, mungkin dengan  lagunya Bimbo bisa sedikit mewakili cintaku.

Rindu kami padamu Ya Rasul
Rindu tiada terperi

Berabad jarak darimu Ya Rasul
Serasa dikau di sini

Cinta ikhlasmu pada manusia
Bagai cahaya surga

Dapatkah kami membalas cintamu
Secara bersahaja

Rindu kami padamu Ya Rasul
Rindu tiada terperi

Berabad jarak darimu Ya Rasul
Serasa dikau di sini





Kebebasan Berekspresi Yang Salah Kaprah dan Ketidak Pahaman tentang Islam.

Sumber. Kompas tv

Baru-baru ini, kita dihebohkan dengan berita pembunuhan seorang guru di Prancis. Dari beberapa sumber berita yang saya baca, guru itu dibunuh setelah di dalam kelas menunjukkan kepada para siswanya foto kartun Nabi Muhammad.

Menurut polisi, guru yang mengajarkan kemerdekaan berpendapat di kelas dengan membuka debat tentang karikatur itu, telah menerima ancaman sekitar 10 hari setelah acara di kelas. Sejumlah orang tua siswa kemudian menyampaikan keberatan terhadap guru itu.

Namun, sepertinya guru tersebut tak menggubris keberatan dari para orang tua siswa. Hingga peristiwa pembunuh itu terjadi. sekitar jam 5 sore waktu setempat. Di depan sekolah di Conflans Sainte-Honorin

Media lokal, mengidentifikasi pembunuh guru sejarah itu merupakan seorang pria etnis Chechen di Rusia berusia 18 tahun. 

***

Yang menjadi fokus saya pada tulisan ini adalah pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron.
Setelah kejadian pembunuh tersebut. Dia mengeluarkan pernyataan yang mengejutkan.

Pernyataan itu, saya anggap semberono  dan salah kaprah. Seharusnya sebagai presiden, Macron lebih berhati-hati mengeluarkan pernyataan.

Dia mengatakan Islam sebagai agama yang mengalami krisis di dunia. Entah krisis apa yang ia maksud kan, ia juga mengatakan tak akan melarang pencetakan karikatur Nabi Muhammad, yang sempat menimbulkan kontroversi. Menurut Macron hal itu merupakan bagian dari kebebasan dalam berekspresi. Selain itu, dia juga menyebut islam sebagai teroris.

Tak ayal pernyataan itu menimbulkan kemarahan di dunia Islam.  Tak hanya umat Muslim, umat Kristen di Arab juga menyayangkan keputusan Macron.

Salah satu yang mengungkapkan kecamannya adalah penyiar senior Al-Jazeera yang beragama Kristen, Jalal Chahda.

“Saya Jalal Chahda, seorang umat Kristen Levantine Arab, menolak dan mengecam hinaan kepada seorang Nabi di Islam, sang pengirim pesan #Mohammad. Damai dan Terberkatilah,” tulisnya di Twitter dikutip dari Anadolu.

Chahda juga memposting foto, yang berisi tulisan, “Muhammad, Tuhan memberkatinya dan memberikannya kedamaian,” lanjut Chahda.

Penyiar Al-Jazeera lainnya, Ghada Owais, yang juga Kristen mere-tweet tcuitan Chahda.

Saya menolak menyakiti hati Muslim atau mengeneralisir terorisme berkaitan dengan Islam,” tulisnya.

Hal yang sama juga diungkapkan pengguna Twitter bernama Michael Ayoub.
“Saya memandang renda, semua orang yang menghina agama lainnya dan mengejeknya atau pembawa pesannya,” cuit Ayoub.

Bukan hanya itu, Uskup Agung Palestina Atallah Hanna dari Gereja Ortodoks Yunani dalam sebuah postingan di halaman Facebook resminya menuliskan, “Atas dasar nilai-nilai Kristen kami dan afiliasi Kristen kami dengan gereja paling kuno di dunia ini mengungkapkan kecaman, ketidaksetujuan dan penolakan kami atas serangan apapun yang mengsik simbol-simbol keagamaan di semua agama.”

Dia menambahkan, “Menghina saudara Muslim kita  adalah sesuatu yang kita tolak dan kutuk sepenuhnya.”

Kebebasan Yang salah kaprah

Saya tak mengerti kebebasan atau kemerdekaan yang di ucapkan oleh Presiden Macron. Yang saya ketahui tentang kebebasan adalah bukan bebas tanpa batas. Akan tetapi dengan kebebasan kita menemukan batasan-batasan. Mau itu kebebasan dalam hal berbicara, berpendapat atau berekspresi.

Saya pikir di negara sekuler seperti Prancis pun tak akan mentolerir kebebasan setiap warganya dengan semaunya. Misalnya dengan dalil kebebasan, individu yang satu melanggar hak atau privasi individu yang lain. Apakah masih dikatakan kebebasan? Tentu tidak. Kebebasan kita terbatasi oleh hak atau privasi orang lain. Kalau kita tetap bersikeras melakukan kebebasan kita dengan sekehendaknya, pasti menimbulkan gesekan  atau konflik dengan yang lain.

Sehingga batasan itu perlu. Mengapa? Batasan merupakan sebuah keniscayaan bagi manusia. Tanpa itu, manusia tak ubahnya seperti binatang.  Bertindak dan berbicara semaunya.

Pada dasarnya (fitrah) pada manusia sudah terbentuk kesadaran akan “batasan”. Kalau tak ada batasan. Manusia cendrung bertidak semena-mena atau seenaknya.

Dengan adanya batasan kita merasa aman dan terlindungi.  Saya kasih Contoh paling sederhana tentang batasan. Misalkan Ketika Anda mau  buang air, kenapa anda ke kamar mandi? Kenapa anda tak buang air saja di halaman, lapangan, atau jalan raya? Bukankah kamar mandi itu merupakan batasan?
Tentu, anda merasa bahwa kamar mandi itu melindungi anda agar anda lebih tenang. Bukan merupakan sebuah batasan. Walaupun kamar mandi itu tak luas, sempit. Akan tetapi Anda merasa aman di dalamnya dan merasa tenang melakukan ritual buang air. Artinya batasan bukankah sebuah penghalang, tetapi batasan ada agar kita merasa nyaman dan terlindungi.

Contoh lainnya seperti rambu-rambu lalu lintas. Misalkan lampu merah. Apakah lampu merah itu membatasi?  Saya rasa hanya orang yang mabuk saja yang mengatakan lampu merah itu membatasi, sebab dengan adanya lampu merah setiap pengendara diatur agar tertib. Lampu merah juga berfungsi melancarkan  arus kenderaan. sehingga para pengendara menjadi tertib, tak sembarang menerobos, membuat kemacetan.

Nah, kedua contoh di atas memberi kita gambaran sedikit, tentang pentingnya sebuah batasan. Bukankah aturan-aturan (hukum) yang kita sepakati dan taati merupakan pengejawantahan dari pada batasan?

Dengan itu, terbentuk kesadaran pada diri bahwa. kita tak bisa bertindak seme-mena melanggar batasan/ aturan yang itu bisa menimbulkan gesekan. Sebab pada setiap manusia pada dirinya ada hal yang di anggap sakral yang apabila itu di singgung, di lecehkan; di hina akan membuatnya marah.

Jadi, kalau kita hubungkan dengan pernyataan Presiden macron. Kebebasan berekspresi yang ia sampaikan itu, tak mencerminkan sebuah nilai kemanusiaan dan tidak sesuai dengan hak-hak asasi manusia itu sendiri.

Ketidak Pahaman tentang Islam.

Begitu pula dengan pernyataan tentang Islam adalah teroris. Pernyataan ini, jelas menyakiti umat Islam. 

Pernyataan islam adalah teroris membuktikan bahwa Macron tak paham tentang islam. Sudah tak paham, dengan seenaknya menyatakan Islam adalah teroris.

Sepertinya, dia menyamaratakan Islam sebagai agama dengan islamisme sebagai ideologi politik, yang sebagiannya menjadikan kekerasan sebagai prinsipnya. Padahal kekerasan bukankah ajaran dari pada islam.

Makin keliru dan fatal jika ISIS di jadikan ukuran tentang tentang ajaran Islam.

Atau mungkin  karena phobia dan mindset stereotipe, mengira seluruh Muslim mendukung ide khilafah, menolak demokrasi, membenci sains dan menganggap seluruh non Muslim sebagai kandidat penghuni neraka.  Sehingga menganggap ajaran Islam menganjurkan intoleransi, kekerasan dan juga pembunuhan.

Padahal inti dari pada ajaran Islam tak mengajarkan tentang kekerasan, intoleransi apalagi sampai bertidak biadab seperti halnya para teroris ISIS.

Seandainya dia dengan pikirannya yang jernih memahami khazanah di dalam Islam. Mungkin pernyataan tersebut tak akan keluar dari mulutnya.

Dalam al-quran sendiri menjelaskan. barangsiapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barangsiapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya…” (QS. Al-Maidah: 32).

Artinya Islam adalah agama kemanusiaan.  Menghilangkan nyawa dengan biadab. Bukanlah ajaran dari pada Islam.

Tentu kita menyesali dan mengutuk tindakan pembunuhan yang di lakukan terhadap guru tersebut. Tapi  tidak dengan cara menyinggung simbol yang dianggap sakral dan suci bagi umat Islam atau membuat penyataan yang serampangan tentang Islam.  Walaupun pembunuhnya  itu Islam. Bukan berarti men- generalisasi bahwa islam adalah  teroris.

Dengan demikian sebagai presiden. Macron seharusnya mengeluarkan pernyataan yang mendamaikan bukan malah menyulut perpecahan.

Seperti yang di katakan Grand Syekh al Azhar (GSA) Mesir Syekh Ahmed El-Tayyeb:
Saya  juga ingin mengingatkan kamu, bahwa tanggung jawab tertinggi seorang pemimpin adalah menjaga perdamaian sipil, serta menjaga kerukunan sosial, menghormati agama, menghindari perselisihan, dan tidak menyulut konflik atas nama kebebasan berekspresi,”.

Sumber bacaaan:

https://www.kompas.tv/article/118777/umat-kristen-arab-mengutuk-presiden-prancis-emmanuel-macron-karena-hina-islam

https://liputanislam.com/internasional/timur-tengah/uskup-agung-dan-alim-ulama-palestina-kutuk-tindakan-macron-melukai-perasaaan-umat-islam/

https://dakwahnu.id/grand-syekh-al-azhar-mesir-kecam-presiden-prancis-karena-hina-islam/

Umat Muslim kembali kehilangan seorang Ulama Pemersatu

Kompas. Com

Baru-baru ini terdengar berita yang mengejutkan sekaligus  menyesakkan. Seorang Ulama Suriah yang dalam kiprahnya selalu bersuara menyerukan toleransi, perdamaian antara agama dan mazhab  meninggal akibat tekena ledakan Bom. Beliau adalah Syekh Adnan Syaikh Adnan Al-Afyouni   (Mufti Damaskus Syiria).

Melansir CNN Arab, Syekh Adnan ditemukan Meninggal  di kota kecil Qudsaya, dekat Damaskus pada Kamis malam waktu setempat. Kantor berita SANA melaporkan adanya ‘alat peledak’ yang dipasang di mobilnya.

***

Syekh Adnan Syaikh Adnan Al-Afyouni  lahir di Damaskus pada tahun 1954. Selain dikenal sebagai ulama, Beliau juga anggota dewan hukum ilmiah di Kementerian Wakaf dan seorang mufti di daerahnya.

Selain itu, beliau juga pengawas umum dari Pusat Islam Internasional Al Sham yang melawan aksi dan pemikiran terorisme.

Dari rekam Jejaknya, saya mengetahui bahwa beliau terkenal dengan pemikiran yang moderat. Pemikiran dan gagasan persatuan selalu beliau suarakan di berbagai kesempatan. Semisal, seminar atau pertemuan-pertemuan yang di hadiri nya.

Belum lama ini, beliau pernah datang  keindonesiaan untuk mengikuti pertemuan World Sufi Forum di Pekalongan. Seperti biasanya, di sela-sela kesempatan, beliau selalu berpesan tentang pentingnya persatuan, persaudaraan antara sesama muslim.

Seperti di lansir Ngopibareng.id. Beliau juga mewanti-wanti agar Indonesia terus dijaga dari radikalisme yang sangat bertentangan dengan ajaran Islam dan kemanusiaan.

Dalam al-‘Alaqah baina ad-Din wa al-Wathan 184 beliau menegaskan: “Yang paling mengancam persatuan bangsa–bagi negeri-negeri berpenduduk muslim–adalah pola pikir radikal yang menebar permusuhan antara anak bangsa dan memecah belah bangsa atas nama agama.”

Kenapa dalam setiap kesempatan beliau selalu menyampaikan pentingnya persatuan?

Dalam Wikipedia (Baca: Perang Saudara suriah ) mengakibatkan begitu banyak memakan korban jiwa. Barangkali dari itulah, Syekh bukti selalu  berpesan pentingnya persatuan dan juga waspada terhadap Paham-paham Radikal yang memecah belah umat, seperti yang terjadi di negaranya.

Kalau kita baca buku Prahara di Suriah yang di tulis oleh Dr Dina Y sulaiman Pengamat timur.   Kita dapat lebih jernih menilai konflik yang terjadi  di timur Tengah khusus nya Suriah. Kenapa saya mengatakan demikian?

Sebab, Hoax seputaran konflik di suriah sangat masif beredar di berbagai media tanah air. Apalagi di era post truth ini, kalau kita yang kurang baca, dan tidak memverifikasi informasi yang kita dapat. Kita akan mudah termakan isu. Akan mudah mempercayai sebuah berita yang tak jelas Sember nya.

Sehingga  peran seorang ulama seperti Syekh Adnan sangat penting dalam menciptakan perdamaian dan persatuan antar umat.

Sayangnya,  pesan perdamaian yang di sampaikan tidak berlaku bagi para teroris. Meraka terus menyebarkan  opini negatif tentang pemerintah suriah. Isu-isu pertikaian antar Mazhab, Ras, Agama. Agar mereka dapat dengan mudah dan terus menyulut konflik di suriah.

Republika.co.id pernah mewawancarai beliau saat berkunjung ke Pekalongan Jawa Tengah pada 2016 lalu. Dalam wawancara tersebut dia menggarisbawahi  banyak kepentingan ikut bermain dalam kian kompleksnya konflik di Suriah. Selain level politik dan dukungan negara-negara besar, faktor tersebarnya ‘Jihadis’ dari berbagai kelompok dari Jubhat an-Nusra hingga ISIS, yang melandasi ‘jihad’ mereka dengan fatwa-fatwa jihad Suriah yang dikeluarkan oleh sejumlah ulama, turut memeruncing konflik. Fatwa tersebut sama sekali tidak bisa dibenarkan.

Syekh Adnan mengatakan,”Bagaimana bisa jihad memerangi sesama Mukmin dan Muslim dinamakan jihad?,” katanya.

Dari beberapa sumber berita yang saya baca. Beliau sudah lama menjadi incaran para teroris seperti ISIS, apalagi kedekatan beliau dengan  Basyar al-Asad.

Kematian yang terjadi pada Syekh Adnan. Sama hal yang di alami oleh  Syekh Muhammad Said Ramadhan al-Buthi (seorang ilmuwan Suriah di bidang ilmu-ilmu agama Islam) yang meninggal akibat terkena ledakan bom bunuh diri yang di lakukan para teroris. Sewaktu beliau sedang mengisi ceramah di Masjid al-Iman, Damaskus.

Persatuan dan bahaya radikalisasi yang mereka dengungkan, menjadi hambatan bagi  para teroris yang ingin memecah-belah umat.  Sehingga nyawa mereka mencari incaran para teroris.

Puncaknya, Hari Kamis (22/10). Syekh Muhammad Adnan Al-Afyouni seorang ulama moderat itu. Wafat, setelah mobil yang dikendarainya meledak akibat bom, yang di pasang oleh para teroris. Beliau pun memperoleh kesyahidan  seperti juga yang di alami Syekh Muhammad Said Ramadhan al-Buthi

Umat muslim, kehilangan seorang sosok Ulama pemersatu, kharismatik dan juga berwawasan luas. Pesan-pesan persatuannya akan selalu hidup di hati.

Dengan demikian. Apa yang di sampaikan Syehk Adnan menjadi warning kita bersama. Agar menjaga umat, bangsa dan negara kita dari pemahaman radikal yang akan memporak-porandakan dan dan juga menghancurkan kerukunan antar mazhab dan juga agama seperti yang terjadi di suriah.

Akhir kata saya menyampaikan. Sebagai manusia, kita mengutuk keras tidak biadab yang di lakukan para teroris.

Meminjam ungkapan iwan fals dalam lagu:
Aku menyayangimu karena kau manusia.
Tapi kalau kau sewenang wenang kepada manusia. Aku akan menentangmu
Karena aku manusia. Aku menyayangimu karena kau manusia. Tapi kalau kau memerangi manusia. Aku akan mengutukmu
Karena aku manusia. Aku menyayangimu karena kau manusia.Tapi kalau kau menghancurkan kemanusiaan. Aku akan melawanmu, Karena aku manusia.

Salam kemanusiaan.

Hari Santri Nasional bukan hanya untuk para santri tapi untuk seluruh warga negara Indonesia.

Sumber. Kompas. Com

Hari ini, di media sosial di ramaikan dengan peringatan hari santri nasional. Kenapa tanggal 22 Oktober di peringati hari santri nasional?

Itu tidak lepas dari sejarah yang melatar belakanginya.
Merujuk pada satu peristiwa bersejarah, yakni seruan yang dibacakan oleh pahlawan nasional KH. Hasyim Asy’ari pada tanggal 22 Oktober 1945.

Seruan ini berisikan perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan tentara sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca Proklamasi kemerdekaan. Sekutu ini, maksudnya inggris sebagai pemenang perang dunia II untuk mengambil alih tanah jajahan Jepang.

Sehingga, 22 Oktober 19945 dianggap sebagai resolusi jihad di mana santri dan ulama bersatu serta berkorban untuk mempertahankan Indonesia.

Berdasarkan sejarah itu. Di tetapkan 22 Oktober sebagai  hari santri nasional, lewat Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Keppres tersebut ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober.

***

Saya  sempat menyangka bahwa “Santri” Itu hanya di tujukan kepada orang-orang yang hidup, dan di bentuk dalam kultur pesantren. Orang-orang yang di luar pesantren tidak di kategorikan sebagai santri.

Sehingga muncul pertanyaan dalam benak saya adalah, apakah orang-orang yang di luar pesantren bisa merayakan hari santri?

Namun, menurut Kamaruddin Amin ( Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama) dalam opini Harian Kompas, 22 Oktober 2015, definisi santri tidak tertaut pada satu kelompok saja.

Dia mengatakan jika membaca sejarah perjuangan tokoh-tokoh Islam yang berdarah merah putih, terlihat bahwa mereka memiliki komitmen keislaman dan keindonesiaan yang sangat kuat.

Mereka seperti Hasyim Asyari (NU), KH Ahmad Dahlan (Muhammadiyah), A Hassan (Persis), Ahmad Soorkati (Al-Irsyad), Mas Abd Rahman (Matlaul Anwar).

“Kalau definisi santri dapat dinisbahkan kepada mereka, maka santri adalah mereka yang memiliki komitmen keislaman dan keindonesiaan, mereka yang hidupnya diinspirasi dan diselimuti nilai-nilai Islam di satu sisi dan semangat serta kesadaran penuh tentang kebangsaan Indonesia yang majemuk di sisi lain,” tulisnya.

Saya sependapat dengan apa yang di katakan Kamaruddin Amir. Defenisi Santri tidak terpaut pada satu kelompok saja.

Namun,  Sangkaan saya di atas bukan tanpa alasan. Sebab, di hari santri nasional, kebanyakan yang merayakan, dan merasa bagian dari hari raya ini adalah para Santri. Yang bukan dari Santri atau  kalangan pesantren, kebanyakan tak ikut merayakan, dan seperti nya menganggap bisa saja, setiap memasuki bulan Santri nasional.

Mereka beranggapan hari Santri itu, hanya di tujukan untuk kalangan santri, atau orang-orang pesantren saja.

Padahal, kalau  kita memaknai ucapan K.H. Hasim Ansari. Bukan hanya santri, tapi orang-orang muslim secara keseluruhan seharusnya ikut serta merayakan nya. sebagai bentuk cinta terhadap tanah air dan bangsa. 

Kendati, kata Jihad untuk mempertahankan kemerdekaan itu di ucapkan K.H yang seorang muslim. Bagi saya, tak hanya muslim, tapi sebagai warga negara Indonesia, seharusnya kita pun ikutan merayakannya. Kalau tak merayakan cukup merasakannya (mengenang).

Bagaimana para pejuang, berjuang  mengorbankan harta, jiwa dan raga meraka demi kemerdekaan bangsa. Sehingga sudah sepatutnya, kita yang menikmatinya kemerdekaan ini, ikut merasakan dan mengenang perjuangan mereka.

Karena, saya beranggapan bahwa spirit dari sebuah perjuangan tak mengenal suku, Ras, maupun agama. Sama halnya dengan kemerdekaan.

Begitu juga dengan sikap merasakan (mengenang) adalah nilai dari kemanusiaan itu sendiri.  Rasa saling memahami, merasakan derita adalah bagian dari  kemanusiaan dan merupakan ciri kita sebagai bangsa yang merdeka.

Dengan demikian, hari santri nasional merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kemanusiaan dan keindonesiaan kita. Sehingga merayakan dan mengenang nya adalah bentuk cinta kita terhadap NKRI.

Selamat Hari Santri Nasional.

Rumput Ajaib Penyembuh Luka

Saya tak tahu nama latin rumput ini. Tapi,  di daerahku orang-orang biasanya menyebutnya dengan nama Daun golkar (rumput Golkar). Entah kenapa orang-orang disini memberi namanya demikian?

Rumput golkar  tumbuh di Daerah tropis. Sehingga rumput tersebut, dapat di temukan di berbagai daerah di Indonesia. Mungkin di daerah anda pun bisa di temukan. Bisa jadi nama rumput itu berbeda, sesuai dengan penamaan dengan bahasa daerah setempat.

Pekarangan rumah, kebun, hutan, bisa di temukan. Rumput tersebut, dapat tumbuh di pasir, tanah, celah bebatuan, yang memiliki kelembaban. Mungkin dari itu, orang-orang disini menyebutnya rumput liar (dapat tumbuh dimana saja).

Ciri-cirinya anda bisa melihat pada gambar di atas. Berwarna hijau, pada daunnya ketika di sentuh, terasa seperti rambut halus yang menusuk permukaan kulit tangan.

Kalau di perhatikan, tak ada yang istimewa pada rumput tersebut. Tak seperti bunga janda bolong, yang Akhir-akhir ini di incar para pecinta tanaman dan juga memiliki harga yang fantastik.

Kendati  terlihat tak istimewa, rumput tersebut dapat menyembuhkan luka(tapi bukan luka hati) hehe.

Pada umumnya ketika terjadi luka. Seperti luka terkena sayatan silet atau pisau, orang-orang biasanya  menggunakan Hansaplast atau Betadine untuk menyembuhkan luka.

Namun, di daerah saya, rumput tersebut di gunakan sebagai pengganti betadine untuk menyembuhkan luka. ketika terjadi luka seperti sayatan silet, atau luka akibat terkena pisau atau benda tajam lainnya. Di gunakan daun dari rumput tersebut. Caranya sederhana, rumput itu di ambil daunnya, di tumbuk  hingga halus, lalu di tempelkan pada luka.  Cairan dari rumput tersebut akan meresap ke dalam daging yang terluka (terasa sedikit perih). tak berselang lama luka itu akan mengering.

Mungkin ada dari anda yang tak percaya khasiat dari daun rumput tersebut. Saya bisa memaklumi itu, sebab belum memiliki bukti ilmiah, bahwa rumput tersebut dapat menyembuhkan luka. Awalnya saya pun demikian, tak percaya. tapi ketika saya membuktikannya sendiri, saya jadi terheran-heran, ternyata rumput tersebut dapat menyembuhkan luka. Sehingga saya menyebutnya “Rumput ajaib”.

***

Bermula dari membantu teman memotong bambu, tanpa saya sadari tanganku teriris belahan bambu. Darah yang keluar dari jari tanganku seperti mata air yang keluar dari perut bumi. Darah yang keluar itu sulit di hentikan. Saya begitu panik, sebab kami berada dalam hutan bambu yang jauh dari rumah. Dan  tak membawa  kotak obat sebagai persiapan apabila terkena luka sayatan atau lain sebagainya. 

Eh.. Tiba-tiba entah dari mana dapatnya, temanku membawakan rumput yang sudah di tumbuk halus, lalu ia menyuruhku membalut luka tersebut. Tak berselang lama darah yang keluar itu berhenti dan lukaku pun mengering. Saya terheran-heran, saya bertanya pada temanku, rumput apa itu? Temanku menjawab. Rumput golkar. Saya tertawa. Kenapa namanya rumput golkar? Tanya ku. Ia menjawab ia mengetahui nama rumput itu dari orang tuanya. Ia melanjutkan. Orang-orang disini sudah banyak yang tau khasiat rumput itu. Hanya kamu saja yang belum tahu.  Iya. ya. Kataku.

Bilamana belum mendapatkan betadine atau obat-obatan dari rumah sakit, Saya pikir rumput ini bisa juga di gunakan sebagai pertolongan pertama ketika terkena sayatan.

Saya sedikit mengetahui dari temanku bahwa ada beberapa jenis rumput yang bisa di gunakan sebagai obat penyembuhan. bukan hanya luka sayatan, ada juga  tanaman yang daunnya di gunakan untuk menyembuhkan kutu air (maaf saya lupa nama rumput itu).

Kita memiliki kekayaan alam, bukan hanya fauna tapi juga flora yang beraneka ragam. Sayangnya banyak dari kita tak mengetahui manfaat dan kegunaannya.

Bisa jadi, rumput yang tumbuh di pekarangan rumah, yang kita anggap tak berarti itu, memiliki manfaat. Hanya saja kita tak mengetahui nya. Kita lebih sering membabatnya karena menganggap sebagai penggangu. Tak peduli, bermanfaat atau tidaknya rumput tersebut.

Dengan demikian, saya berharap, semoga ada penelitian pada rumput tersebut.  Penelitian ilmiah dari pihak Farmasi, agar sekiranya rumput bisa di jadikan semacam salap oles, atau di ambil cairan dari daun rumput tersebut untuk di jadikan obat tetes seperti betadine. Sehingga dapat bermanfaat bagi  banyak orang.

Cerpen: Topeng

Goggle

Kenapa ia memakai topeng? Tak banyak yang tahu.

Orang-orang mengatakan bahwa ia selalu tersenyum.  Entah dari mana ia berasal, semenjak ia “Ada” Topeng itu sudah melekat pada wajahnya.

Suatu ketika, orang-orang  melihat wajahnya (topeng yg dikenakannya berubah Sedih). Orang-orang tak tau mengapa? 

Sudah seminggu wajahnya tetap dalam keadaan sedih. Anak-anak tak banyak mendekati nya, biasanya anak-anak banyak mendekatinya ketika ia tersenyum (memakai topeng senyuman).

Sebagian orang dewasa menganggapnya gila, depresi, kerasukan Jin, tetapi tidak dengan anak-anak. Anak-anak menyukai nya. Apapun yang dilakukan anak-anak padanya ia selalu tersenyum, walau ia dilempar dengan batu, dilumuri dengan lumpur, atau diledekin.

Namun, semenjak ia mengganti wajahnya dengan kesedihan, ia dijauhi, hanya beberapa anak yang masih terlihat didekatnya. Mungkin  anak-anak itu ingin menghiburnya, karena melihat wajahnya yang berubah sedih.

Seorang anak itu bertanya,  Mengapa kamu sedih?   ia tak menjawab. Anak itu bertanya lagi, apakah ayah atau ibu mu memukuli mu? 

Ia masih terdiam. Atau ada yg mengambil mainan mu?  _   ia menatap dalam-dalam anak itu. Anak itu ketakutan, lari menjauh.

Anak-anak tak lagi mendekati nya.  Ia sendirian.

Orang-orang tak tahu wajah aslinya.  Ia selalu menganti-ganti topeng.  Senyuman, sedih, marah, murung, tertawa, dan bermacam-macam ekspresi wajah lainnya. 

Ia mengganti topengnya dengan kesedihan, tetapi tak banyak yang menyukai, orang-orang hanya ingin melihat senyuman,  mereka hanya suka dengan senyuman tak suka dengan kesedihan.

Ia  pernah menanggalkan topengnya, ia ingin menunjukkan sisi sejati dirinya. Namun orang- orang masih menganggapnya memakai topeng.

Ia akhirnya memakai topeng kemarahan. 

Tak ada lagi yang mendekati nya

***

Dengan mengganti topeng dengan kemarahan, apakah orang-orang akan menyukai ku? Ia, bergumam.

Ia melihat ke arah topeng-topengnya, ia berpikir bahwa, tak setiap orang benar-benar peduli dengan sesamanya, mereka hanya peduli dengan diri mereka. 

Masing-masing dari  mereka hanya ingin mendengar, melihat, atau menerima apa yg mereka sukai, menolak yang mereka tidak sukai. 

Suka, duka, hanya dirimu yang merasa, yang lain tak mungkin merasa, luka hatimu, obatnya hanya ada pada dirimu. 

Perjalanan dalam hidupmu, dirimu sendiri yang menjalani. Orang lain tak mungkin menggantimu berjalan.

Akhir dari apa yang kau pilih dan kerjakan, kau pulalah yang menuainya.

Apapun rupa yang kau tampilkan, Orang-orang tak begitu peduli. 

Ia termenung, terdengarnya  suara batinnya:

Siapa sejatinya dirimu?

Apakah topeng yang kau kenakan? 

Apakah penilaian orang lain tentang dirimu? 

Ataukah dirimu yang mengetahui dirimu?

Tak perlu menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun, Karena yang mencintaimu tidak membutuhkan itu, dan yang membencimu tidak akan mempercayai itu.

Zaman Boleh Saja Berubah, Namun ASN Sepertinya Masih Menjadi Prioritas.

Beberapa bulan yang lalu, saya pernah membaca sebuah tulisan yang dibagikan beberapa orang ke media sosial. Awalnya saya mengira itu tulisan Mba Nana (Najwa Shihab). Namun ketika saya mengusut, eh ternyata itu tulisannya Mas Tere liye. Tulisan  yang berupa pesan untuk generasi milenial.

Tulisannya begini :

Adik-adik remaja sekalian, jika kalian masih bercita-cita jadi PNS, biar besok2 hidup terjamin sampai tua, maka itu cita-cita generasi luama sekali, orang tua kita dulu, SMA angkatan 70-80 mungkin masih begitu. Jika kalian bercita-cita jadi karyawan BUMN, biar gaji bagus, pensiun ada, besar pula, maka itu juga generasi lama, paman-paman, tante-tante kita dulu, SMA angkatan 90-an, itu cita-citanya. Jika kalian bercita-cita jadi karyawan multi nasional company, perusahaan swasta besar, biar bisa tugas di LN, tunjangan dollar, itu juga cita-cita kakak-kakak kita dulu, yang SMA angkatan 2000-an.

Kalian adalah generasi berbeda. Kalian adalah yang SMP, SMA, atau kuliah di tahun 2010 ke atas. Seharusnya kalian tidak bercita-cita seperti itu lagi. Kalian adalah warga negara dunia, tersambung dengan seluruh sudut dunia. Apa cita-cita kalian? Jadilah pekerja kreatif, wiraswasta, profesi pekerjaan bebas, dan pekerjaan2 yang menakjubkan lainnya. Kalian menonton film seperti Iron Man, Avengers, Minion, maka besok2 giliran film kalian yang ditonton orang. Kalian jadi konsumen Burger King, KFC, dll, maka besok2 giliran orang lain yang jadi konsumen franchise milik kalian. Hari ini kalian memakai baju, pakaian buatan orang lain, besok2 giliran orang lain yg pakai baju kalian. Hari ini kalian berobat ke rumah sakit, besok2 giliran orang yang berobat di klinik dengan sistem dan cara berbeda milik kalian.

Itulah dunia kalian. Masa depan. Jangan mau hanya jadi pengikut, follower, tapi berdiri di depan, giliran orang lain yang mengikuti dan mendengarkan trend yg kita buat. Maka saat itu tiba, kita bisa benar2 bilang: Merdeka!!

Ayolah, lupakan sejenak bekerja jadi PNS, karyawan BUMN, atau karyawan swasta, masuk pagi, pulang malam. 30-40 tahun bekerja, pensiun. Bukan berarti itu tidak oke. Apalagi merendahkan pekerjaan ini. Bukan. Tentu saja pekerjaan2 ini oke, terhormat. Tapi itu sudah terlalu banyak orang yang melakukannya, terlalu banyak orang yang bercita2 seperti itu, masa’ kita akan ikut jalan serupa, saatnya kalian memulai jalan berbeda. Jangan takut dengan kegagalan, jangan takut dengan tidak punya pekerjaan, menganggur, dll, dll. Sepanjang kita memang sungguh2, tahan banting, kita bisa menjadi yang terbaik di bidang yg kita geluti.

Setinggi apapun jabatan kalian, jika masih PNS, karyawan BUMN, karyawan swasta, maka sejatinya tetap saja suruhan orang lain. Punya atasan, dan hidup kita laksana siklus dari bulan ke bulan, gajian ke gajian. Asyik duduk di belakang meja, lamat-lamat menatap media sosial, komen ini, komen itu, dan sebagainya, dan sebagainya. Tapi tetap saja begitu-begitu saja hidup kita. Tidak, adik-adik sekalian, hidup kalian bisa lebih berwarna. Kalian bisa jadi apa saja. Jangan buat sempit cita-cita, mimpi-mimpi kalian. Generasi kalian seharusnya tidak terikat waktu, tidak korupsi waktu, sebaliknya, kalian bebas dan fleksibel menentukan jam kerja sendiri.

Kalau diringkas tulisan itu, kira-kira begini pesannya Mas tere: “kepada pemuda/pemudi, ASN bukanlah jaminan satu-satunya untuk masa depan. Cita-cita untuk menjadi ASN itu sudah usang. Jadilah pekerja kreatif”.

Di media sosial semisal FB, tulisan itu,  di share oleh mereka yang tidak mencalonkan diri menjadi  ASN.

Seperti, Penjual Online, Penjual kue, Penjual pakaian, Tukang ojek, dan Pekerja bangunan pun men-share tulisan tersebut.

Tulisan Mas tere itu, menurut saya merupakan sebuah pesan yang baik untuk generasi milenial. Dan sepertinya, apa yang dikatakan Mas tere sedikit terbukti. Coba misalnya kita ketik di mesin pencarian Google tentang kisah-kisah sukses generasi milenial, Kita akan menemukan nama-nama generasi milenial yang sukses berprofesi sebagai pekerja kreatif.

***

Betul apa yg dikatakan Mas tere. Perkembangan zaman dan juga kemajuan teknologi akhir-akhir ini, membuat  cita-cita  generasi milenial, tak sama dengan cita-cita orang tua terdahulu.

Namun, Yang menjadi pertanyaan dalam benak saya adalah,  Apa benar bercita-cita sebagai ASN merupakan cita-cita yang sudah Usang? 

Sayangnya pesan baik yang di sampaikan Mas tere tak selalu berjalan lurus sesuai dengan kenyataannya.

Bukan hanya bercita-cita, tapi  menjadi ASN sepertinya  masih merupakan dambaan atau pilihan Generasi milenial. Coba saja kita baca di surat kabar atau media elektronik,  kita akan di buat tercengang. Data pendaftar CPNS  dari tahun ke tahun, selalu mengalami kenaikan. Dan kebanyakan yang mendaftar adalah usia-usia muda

Misalnya di Tahun 2017, jumlah pelamar CPNS mencapai 2.433.656. Di Tahun 2018, jumlah pelamar di situsweb sscn.bkn.go.id tercatat sebanyak 4.436.694. Sedangkan Tahun 2019 terjadi peningkatan jumlah pelamar dari sekitar 4 juta menjadi 5 juta.

Berangkat  dari data itu, saya bisa menyimpulkan bahwa ASN masih menjadi cita-cita atau menjadi pilihan Generasi milenial.

Zaman terus berubah, teknologi terus berkembang inovasi/kreatifitas terus di tingkatkan. Akan tetapi, ASN sepertinya masih tetap manjadi prioritas.

Bukannya pesimis, tapi kalau kita mau jujur, kebanyakan dari kita lebih menyukai pekerjaan-pekerjaan yang mudah, yang menjamin masa depan di hari tua. (Seperti Gaji pensiun). Walaupun tidak mudah juga sih, pekerjaan ASN.

Sehingga tidak semua dari kita mau menjadi pekerja swasta, atau pekerja-pekerja kreatif lainnya.

Barangkali ada dari generasi milenial yang berkeinginan menjadi pekerja swasta. Tapi karena beban moril, ia mengikuti keinginan orang tuanya untuk menjadi ASN.  Sebab, masih ada orang tua yang  beranggapan bahwa ASN adalah pekerjaan terbaik yang menjamin masa depan, hingga di masa tua anaknya

Mungkin dengan itu , tak heran kalau setiap tahun, kita melihat terjadi kenaikan jumlah pendaftar CPNS

Kendati kita tau bersama bahwa banyak pekerjaan lainnya  bisa menjamin masa depan. Sepertinya, masih ada juga dari kita yang menimbang-nimbang untuk terjun sebagai pekerjaan swasta. Masih berhitung tentang, enak atau tidaknya, untung atau ruginya menjadi pekerja kreatif.

Cerpen: Bulan

Apa yang membuat Rembulan terlihat indah? 

Cahaya yang meliputi nya, memancar darinya, membuatnya terlihat indah.  

Sudahkah engkau ke bulan?

Belum, tapi yang aku tau bulan itu indah. 

Apa yang membuat bulan begitu indah buat mu? 

Bulan selalu ada untuk ku. Aku merasa bulan adalah milikku. Aku tahu orang- orang di luar sana juga diterangi bulan. Tapi aku merasa belum ada yang merasa memiliki bulan. 

Orang-orang akan berkata “kamu gila” Mana ada orang yang memiliki bulan? 

Aku pernah mendengar bahwa ada orang yang pernah ke bulan. Ia orang Amerika, ia bernama Neil amstrong. Ia pernah menancapkan bendera di bulan. Akantetapi aku belum mendengar ia mengatakan bulan miliknya? 

Dari informasi yang beredar, data, maupun foto tentang kondisi bulan yang ditampilkan para astronot, bulan terlihat berpasir, berlereng, berbukit, berjurang , tidak ada tanda kehidupan di sana. 

Namun, aku tidak begitu ambil pusing dengan apa yang di tampilkan oleh para astronot. Mereka hanya melihat sebagian dari Bulan. Mereka belum melihat keseluruhan dari bulan, belum mengungkap semua rahasia dari bulan. 

Bagaimana dengan Matahari? 

Aku suka Matahari, tetapi ia bukan milikku. Aku tidak berniat memiliki nya. Kelihatannya ia sangat panas. Aku pernah merasakan sebagian panas nya. Aku tidak sanggup, ia Benar-benar panas. Para astronot pun belum ke sana.

Tapi pada sisi yang lain, mentari pun indah. Rona merah pada awan yang disinari mentari, embun pagi bagai kristal yang terkena cahaya mentari di pagi hari. Apalagi mentari yg perlahan-lahan tenggelam (senja, begitu kata orang-orang) terlihat indah. 

Banyak orang menyukai senja, sebagian dari orang-orang membuat puisi tentang senja. 

Aku juga pernah menulis puisi tentang senja, tapi aku rasa puisi itu tidak bagus. 

Aku menyukai banyak puisi tentang senja dari para penyair, tapi menurutku tidak semua puisi senja dari penyair itu menarik. Mereka tidak benar-benar memahami senja. Mungkin mereka tidak merasa memiliki senja. 

Kata orang-orang bulan tidak memiliki cahaya, ia mendapatkan cahaya dari mentari. Bulan sangat bergantung pada cahaya mentari, tanpa mentari, bulan kehilangan cahaya. 

Kenapa mau memiliki sesuatu, yang pada nya terdapat kekurangan? Tanpa cahaya mentari ia kehilangan keindahannya? 

Aku merasa sebagian orang tidak memahami bulan, mungkin pemahaman dari mereka tentang bulan berbeda dengan ku. Mereka tidak merasa memiliki bulan. Seperti aku. 

Pernahkah mereka renungkan bahwa, bagaimana bulan yang tanpa cahaya bisa memantulkan cahaya?  

Sederhananya: Sesuatu yang tidak punya mustahil memberikan (kita bisa memberikan sesuatu karena kita pun memiliki). Nah, Bulan pada dirinya memiliki unsur cahaya, sehingga ia pun bisa memancarkan cahaya. 

Walaupun intensitas cahayanya tidak seperti mentari, tidak tepat kalau mengatakan bulan tidak memiliki cahaya. Ia adalah cahaya, yg tenang menerima cahaya mentari, memantulkan cahaya ketika berlalunya mentari.

Aku merasa memilki nya, aku punya hubungan yg erat dengannya. Suatu malam, Aku benar-benar kalut, pikiranku kacau balau, aku keluar di depan rumah, di situ ada bale-bale (tempat duduk) aku duduk di situ.  

Suasana begitu sepi, tidak terdengar suara manusia, hanya terdengar hembusan angin menerpa dedaunan. Aku menatap langit yang begitu cerah diterangi Rembulan dan bintang yang kelap-kelip. 

Pandangan mataku terarah menuju bulan. Aku takjub ia begitu indah, besar, bulat dan bercahaya di tengah- tengahnya terlihat seperti orang yang sedang duduk bertafakur. 

Tangan, ku ulur untuk menjangkaunya, menggenggam nya erat-erat, membayangkan, membawanya dalam dekapan ku. 

Tiba-tiba cahaya dari Rembulan seperti menyelimuti hatiku, perasaan mistik yg menggetarkan jiwaku, seolah jiwaku di angkat ke bulan. 

Seketika itu perasaan kalut yang kurasa hilang. Aku hanya terdiam dan takjub. Air mataku menetes. Kenapa aku menangis, tangis itu, benar-benar susah dijelaskan. 

***

Mungkin  orang-orang mempunyai pengalaman masing- masing dengan Bulan.

Sang penjaga malam, teman sepi, pemberi cahaya para pekerja malam, penerang para perindu kekasih di sepertiga malam, Ialah Sang Rembulan. Orang-orang menamainya. 

Orang-orang membuat puisi, syair dan sajak tentang bulan. Namun Aku hanya menyukai Sajak W.S Rendra tentang:

SAJAK BULAN PURNAMA 

Bulan terbit dari lautan.

Rambutnya yang tergerai ia kibaskan.

Dan menjelang malam,

wajahnya yang bundar,

menyinari gubug-gubug kaum gelandangan

kota Jakarta.

Langit sangat cerah.

Para pencuri bermain gitar.

dan kaum pelacur naik penghasilannya.

Malam yang permai

anugerah bagi sopir taksi.

Pertanda nasib baik

bagi tukang kopi di kaki lima.

Bulan purnama duduk di sanggul babu.

Dan cahayanya yang kemilau

membuat tuannya gemetaran.

“kemari, kamu !” kata tuannya

“Tidak, tuan, aku takut nyonya !”

Karena sudah penasaran,

oleh cahaya rembulan,

maka tuannya bertindak masuk dapur

dan langsung menerkamnya

Bulan purnama raya masuk ke perut babu.

Lalu naik ke ubun-ubun

menjadi mimpi yang gemilang.

Menjelang pukul dua,

rembulan turun di jalan raya,

dengan rok satin putih,

dan parfum yang tajam baunya.

Ia disambar petugas keamanan,

lalu disuguhkan pada tamu negara

yang haus akan hiburan.

Dagelan Politik

Sumber gambar:pinter politik. Com

Di sebuah  kedai kopi, ketika sedang asik menikmati kopi. Tiba-tiba Temanku berkata: Apa yang ditampilkan politisi itu seperti sebuah dagelan ya? 

Kenapa kamu katakan itu dagelan? Tanya ku. 

Tuh, coba kamu lihat ekspresi dari politisi itu. ia menunjuk siaran televisi yang ia lihat di kedai kopi tersebut. 

Coba kamu perhatikan, tutur kata, sikap maupun ekspresi yang mereka tunjukan ketika mereka di liput media, atau ketika mereka tampil di acara debat
Yang di siarkan media nasional. Mereka tak ubahnya seperti pelawak. 

Saya hanya tersenyum.

Ia pun melanjutkan. Akhirnya-akhir ini ketika saya melihat tingkah para politisi, sama seperti kita menonton dagelan. Ilmu  politik yang Sejatinya memahamkan dan juga mengajarkan bagaimana mendistribusikan keadilan, justru di jadikan jurus untuk saling menikung dan menikam, demi kepentingan kelompok, partai, organisasi.
Hanya Kepentingan yang ada dalam kepala mereka. teman sejati sepertinya tak mereka pikirkan. Saya heran, mereka yang kita lihat bermusuhan. Eh tiba-tiba bisa saling berpelukan dan bergandengan tangan.  Bukankan itu seperti dagelan? 

Ya. Bisa benar, bisa juga tidak. Kataku!
Kenapa saya mengatakan demikian? 

Walaupun kelihatan mirip. Pada hakekatnya para aktor dagelan dan para politisi itu berbeda. 

Dagelan berupa adegan yang di tampilkan sedemikian rupa agar orang-orang yang menonton di buat tertawa. Dan kalau saya melihat dagelan seperti ada kejujuran yang di tampilkan secara spontan.  

Sedangkan politisi apa yang di tampakkan  susah untuk di tebak. Seperti yang kamu katakan. Mereka bisa tiba-tiba bermusuhan. Tiba-tiba berpelukan. Tergantung kepentingan. Sehingga untuk menilai kejujuran seorang politikus, terasa sulit. 

Maka dari itu, sebagian masyarakat tak begitu percaya para politisi. Mereka membuat  image tentang politik menjadi kotor.

Itu tampak pada penilaian sebagian masyarakat. Mereka beranggapan politik adalah hal yang kotor, bagi mereka politik hanyalah alat untuk mencari jabatan/kekuasan untuk kepentingan individu atau kelompok tertentu. 

Segala cara akan dilakukan  politisi agar dapat mencapai apa yg di inginkan. Terkadang mereka berpura-pura bodoh, sedih, marah, dan  terkadang berbicara sangat idealis.
Tampil di hadapan publik dengan menampilkan wajah penuh senyum (tapi sebenarnya penuh dendam) seakan para politisi itu punya wajah yang bisa di tampilkan bermacam-macam rupa. 

Padahal kita tahu bahwa, Politik sejatinya tidak demikian. seperti katamu, politik adalah alat untuk mendistribusikan keadilan. Namun alat itu tidak di gunakan sebagaimana fungsinya, tapi malah di gunakan untuk kepentingan kelompok maupun organisasi atau partai mereka. Sehingga kita pun tak bisa menyalahkan penilaian masyarakat tentang politik. 

Kata temanku. Mereka selalu punya kata indah dan retoris ketika tampil di hadapan masyarakat “kami adalah pejuang keadilan, kami akan selalu bersama rakyat dan juga berpihak pada rakyat “. tapi kata yang seolah indah itu hanyalah tinggal kata-kata. 

Ya. Betul.  Saya teringat kata-kata Charles de Gaulle: Politisi tidak pernah percaya atas ucapannya sendiri. Mereka justru terkejut bila rakyat memercayainya.

Begitulah para politikus. Temanku menimpali. Lalu ia pun tertawa.