Di tulis pada tanggal 30 Desember 2018
Hari ini, katanya adalah Hari ibu, di media sosial, sebagian orang menuliskan tentang ucapan “selamat hari ibu. Di WA. Ig. Dan FB, beragam kata-kata puitis mengutarakan kasih terhadap ibu.
Bukan hanya itu, di hari ini juga sebagian dari ustaz/ustazah kita berceramah melarang mengucapkan ” Selamat Hari ibu” Dengan alasan, tidak ada hari ibu dalam islam.
Yang berpikir moderat mengatakan tidak ada yg salah dengan mengucapkan selamat Hari Ibu, ucapan itu hanyalah sebuah ekspresi kecintaan terhadap ibu.
Sebaliknya yg merasa berpikir sesuai dengan Sunah, mengatakan tidak ada dalam ajaran nabi tentang hari ibu, Itu ajaran orang-orang kafir. Dan Yang mengatakan itu adalah bagian dari orang kafir.
Pro & kontra, semacam rutinitas yang menghiasi jagat media sosial. Energi kita seakan terkuras habis, karena setiap pergantian tahun, bulan, maupun hari. masih ada-ada saja di dengar perdebatan dan pelarangan mengucap hari ibu, Hari Natal, Tahun baru dan lain-lain.
Saya tak habis pikir, zaman yang dimana Negara2 berlomba2 memajukan teknologi, menjelajah antariksa, zaman dimana tenaga manusia akan di ganti dengan robot, masih ada jenis manusia semacam mereka, Kelompok yg merasa merekalah pemilik kebenaran.
Saya terkadang berpikir, apakah orang yang selalu menyalahkan atau mengkafirkan kelompok yang tidak sesuai dengan pemahaman, pendapat meraka, apakah mereka mendapatkan mandat dari Tuhan atau telah mendapatkan kunci dari surga, sehingga mengatakan hanya kelompok merekalah yang benar?
Yang lucu nya lagi, ada salah satu ustaz Mengatakan, tak boleh merayakan hari ibu karena siapa yg mengikuti kebiasaan orang kafir, dia kafir.
Lalu ada yg bertanya ke ustaz tersebut, apakah boleh membelikan hadiah untuk ibu di hari ini(hari ibu)? ustaz itu menjawab, memberikan hadiah itu harus setiap hari. Jangan hanya sekali setahun.
Pertanyaannya Kalau setiap hari boleh memberikan hadiah?
Terus kenapa dengan hari ini?
Kalau dengan alasan, hari ini orang kafir lagi merayakan dan memberikan hadiah.
Loh, klo begitu, jangan bilang setiap hari boleh memberikan hadiah, harus ada pengecualian.
Bahwa selain tanggal 22 desember, boleh membelikan hadiah untuk ibu.
menjadi pertanyaan untuk kita adalah, Sudahkah kita mengeksplor atau mengkaji kebenaran yg lain?
Ataukah kita hanya mengklaim kebenaran?
Benar kata Rumi:
kebenaran adalah sebuah cermin di tangan Tuhan, cermin itu jatuh dan pecah berkeping-keping. Masing-masing dari kita Memungut kepingan itu dan melihat telah menemukan kebenaran.
Lalu sebagian dari kita mengklaim bahwa telah menemukan kebenaran yg hakiki, lantas merasa paling benar dan menyalahkan yg lain.
♣︎♣︎♣︎♣︎♣︎♣︎♣︎♣︎♣︎♣︎♣︎
Tidak ada yang salah dalam mengekspresikan cinta terhadap ibu, menuliskan puisi, memajang foto bersama ibu lalu mengupload dan menuliskan kata2 cinta.
Namun sebaiknya, kalau ingin menyampaikan selamat hari ibu, sampaikan aja langsung di hadapan ibu. Banyak yg menuliskan selamat hari ibu di fb. Ig. WA. Tapi Apakah ibunya membaca setiap kata puitis yang mereka tuliskan?
Saya pikir tidakk semua ibu menggunakan Smartphone. Banyk dari ibu kita yg tinggal di perkampungan, hidup dengan berkebun, tak punya akses listrik, apalagi tentang Smartphone atau jaringan internet. Ia tak akan dapat mengetahui klo anak nya yg tinggal di perkotaan dengan segala pernak-pernik moderenitas, menuliskan kata2 cinta di FB. iG. WA. Tentang nya.
Jadi merasa lah. Klo ibu anda tidak menggunakan smartphone, jangan tuliskan di fb. Ig maupun WA, tapi klo anda bermaksud menunjukan ke teman-teman mu bahwa anda pun menyayangi ibumu.
Silahken…
